Sabtu, 08 Februari 2014

Menuai Hidrogen dengan panas Matahari



Selama  berbilang tahun hidup mas Gondo akrab dengan lingkungan yang berhubungan dengan kegiatan eksplorasi minyak bumi, setelah bekerja dimacam macam jenis kapal offshore jadi memahami apa sih yang mereka sedang giatkan. Kalau mas Gondo memang tidak terlibat langsung dengan kegiatan ini, tetapi dapat melihat jelas dan secara garis besarnya saja apa yang mereka para pegiat perminyakan di ladang minyak lepas pantai atau offshore lakukan.

Umumnya mereka dari hari kehari bergiat untuk mengeluarkan minyak mentah dari perut bumi dan di ambil hasilnya buat keperluan kegiatan manusia selanjutnya. Untuk saat ini manusia masih bergantung dengan bahan bakar yang diproduksi dari hasil penyulingan minyak mentah tadi di kilang kilang minyak. Di ladang minyak yang mas Gondo sudah selalu berada ditengah tengahnya menghasilkan dan mengirim hasilnya kekapal kapal super tangker ke negara negara pembeli dalam jumlah berbilang ribuan barel.

Setiap hari dalam jumlah ribuan barel disatu ladang minyak dan ini di tempat lingkungan mas Gondo bekerja, bukan kah masih banyak lagi ladang ladang minyak lainnya di muka bumi di seluruh dunia ini. Nanti kalau saatnya perut bumi serentak tidak mengeluarkan minyak bumi akan kah manusia dimuka bumi ini akan mengalami krisis kehidupan, tentunya
ia kalau manusia itu sendiri tidak berupaya sedini mungkin untuk menghadapi saat saat seperti itu.

Tapi tak usah khawatir lah mereka dan mungkin sobat sobat muda sendiri yang sedang menjalani study sedang mempelajari dan berpikir untuk menemukan energi alternatif selain energi dari minyak bumi, kalau dinegeri kita belakangan ini sedang giat giat nya mencipta kan kendaraan yang digerakkan oleh listrik, angkat topi mas Gondo dengan penciptaan yang dilakukan oleh pemikir pemikir muda saat ini. Dibelahan bumi di luar Idonesia saat ini juga sedang berupaya mengadakan riset dan mengembangkan sumber energi pengganti bahan bakar minyak atau biasa disebut bahan bakar fosil. Salah satu kandidatnya adalah  Hidrogen.

Hidrogen ini yang bahan dasar nya dari air atau water yang sangat banyak tersedia dimuka bumi dan bila digunakan tidak menyebabkan polusi, kalau begitu produksi saja Hidrogen dalam jumlah yang banyak. Tentu saja akan diproduksi kalau biayanya tidak mahal. Metode pemisahan Hidrogen dari Oksigennya yang terkandung dalam senyawa H2O ini yang masih menjadi kendala karena biayaya tingginya dan menjadikan tidak populer selama ini.

Tetapi ada kabar baik lho, ternyata ada sekelompok peneliti di University of Colorado Boulder USA, mereka mengaku telah menemukan cara memprroduksi Hidrogen ini dengan murah dan ramah lingkungan. Para peneliti ini menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan elemen Hidrogen dengan Oksigen nya yang terrkandung dalam air. Mantap yah gan para peneliti itu...
Mereka peneliti membuat sebuah reaktor setinggi lebih dari seratus meter. Disekeliling reaktor itu dipasangi cermin yang berfungsi memantulkan dan mengumpulkan panas cahaya matahari di sebuah titik. Efek dari pemusatan panas ini dapat mencapai 1350 derajat Celsius. Panas yang terkumpul ini lalu dikirim ke tabung eaktor berisi air dan
senyawa oksida logam yang merupakan kombinasi dari Besi,                                                                                           Kobalt, Alumunium dan oksigen

Oksida logam yang panas dalam tabung reaktor itu akan mermbantu proses pelepasan atom atom Oksigen pada air mendidih. Sementara Oksigen menempel pada oksida logam, molekul gas Hidrogen selanjutnya akan terbentuk dan berkumpul. Jumlah Hidrogen yang terkumpul sangat tergantung pada jumlah oksida logam dan uap yang dimasukkan ke tabung dalam proses tersebut. Selepas semua proses berlangsung maka Hidogen murni akan tersimpan didalam tabung dan                                                                                       siap di gunakan sebagai bahan bakar.

Jadi kalau Hidrogen murni dapat di produksi dan melimpah banyak bagaimana yah nasib para kapitalis minyak yang sudah mengeluarkan modal yang terlampau banyak dalam usaha mengeksplorasi bahan bakar fosil dan umat manusia tidak membutuhkannya lagi, dan nasib para pelaut offshore yang kehilangan lapangan pekerjaannya karena sudah tidak ada kegiatan perminyakan lagi ? Itu sih perkiraan mas Gondo ajah, jangan diseriusin atuh...

Di MV Halul 15 di PS-2